Kamis, 08 Maret 2012

Mba Wakil Rakyat ...

" Mba Wakil Rakyat " . Begitulah anak anak di kampung memanggilku sejak empat tahun lalu. Tepatnya, sejak aku terpilih sebagai salah satu seorang wakil dari partai jeruk nanas yang kumasuki untuk duduk di kursi jakarta sana.
Bermodalkan ijasah Sarjana tapi masih pengangguran aku pun berniat memasukin sebuah partai yang berpihak pada rakyat kecil. Dimulai ikut ikutan rapat, menghadiri setiap acara partai nyampe ikut turun kampanye memengaruhi orang orang agar ikut ke partai yang ku pilih. Usahaku tidak sia - sia berbekal pengalamanku sebagai orator semasa aksi aksi mahasiswa dulu hampir semua warga kampung kupengaruhi. " Yakinlah, Bapak - bapak dan Ibu - ibu ... dengan memilih partai jeruk nanas ini nanti , kehidupan kita akan berubah! kemiskinan , kebodohan jadi angeda partai jeruk nanas." ujarku bersemangat. Usahaku tak hanya kampanye dilapangan tapi terjun langsung memberi perhatian berlebih untuk menarik simpati mulai dari mendatangi orang sakit sambil menyerah kan sebuah amplop , membantu para petani yang kena hama dengan memberi sebuah amplop untuk mengobati sedih mereka.
Dan ternyata , pengorbananku tidak sia sia karena hampir 90 % suara kampung memilih partai jeruk nanas. tentu saja aku sering karena akan menjadi salah seorang wakil duduk di kursi MPR /DPR dijakarta. Sejak saat itulah setiap pulang kampung anak anak dikampungku selalu memanggilku dengan " Mba Wakil Rakyat "

" Mba wakil Rakyat pulang ...! teriak beberapa anak anak mengikuti mobilku yang memasukin jalan desa yang walaupun sudah diaspal tetep saja berlubang disana sini . Setelah turun dari mobil segera membagi bagikan permen dan coklat yang sudah kupersiapkan sebelumnya. Selagi menikmati permen plus coklat dilanjut ke acara ngobrol.

" Mba wakil Rakyat, enak yaa, jadi anggota MPR ? seorang anak SD tiba tiba bertanya."

Aku tersenyum. " Enak ? Ndak juga . Setiap hari harus rapat ini itu sambil memikirikan bagaimana bangsa ini maju ," jawabku "

" Tapi kok bangsa ini ndak maju maju, ya..? temen anak SD tadi ikut buka suara."

" Kita kan , terus berusaha untuk kesana ," jawab ku singkat.

" Tapi , kok buktinya ngga ada?" kali ini suara anak perempuan kepang dua
" Bukti ? kan sudah banyak yang kearah sana , jalan yg sudah diaspal , gedung sekolah dibikin baru , lalu..." aku mulai menerangkan.

" Memang diaspal, Mba. Tapi belum setahun sudah berlubang sana sini jawab anak perempuan itu.

" Itu mungkin pekerjanya bekerja asal asalan."

" Mba wakil rakyat , kata ayah saya bukan pekerjanya yang asal berkerja tapi memeng hasil maksimal yang bisa mereka lakukan.

" kok bisa gitu?" tanyaku.

" Kata Ayah , memang pemerintah sudah menurunkan dana untuk membangun jalan, tapi sekian persennya dimakan. sehingga yang sampai didesa sudah tidak utuh lagi makanya jalannya dibuat pun tidak sempurna."

" Mba Waakil Rakyat..." seorang anak kembali bertanya "

" Aku berusaha tersenyum, Ya....?"

" Kenapa sih Anggota MPR suka tidur kalo sedang rapat ..?"

" Mereka capek . Kelelahan begitu banyak persoalan yang harus dipikirkan . Jadi wajar kalau merekan tertidur ."

" Jadi, percuma dong , rapat diadakan kalau anggotanya tidur. " Ternyata anak laki laki topi merah masih protes."

" Benar Mba kalau tidur justru persoalan yang dibahas ndak pernah selesai malahan makin rumit. Terus Apa yang dibuat orang tidur ? paling cuma mimpi.

" Mba mereka tidur karena kelelahan atau karena sibuk mikirin kemana lagi uang rakyat akan dihambur hamburkan? suara bocah di pojok kursi itu bener menyindir diriku .

Sebelum aku dihakim oleh anak anak ini , ada baiknya aku pergi. Mereka memang kecil kecil tapi terlihat seperti raksasa yang siapa melumat dalam sekejap. Aku malu , bener benar malu! Anak anak itu seperti menelanjangi semua perilaku wakil rakyat sepertiku.

7 komentar:


Phuji Astuty Lipi mengatakan...

wuihhh pandai ngelesss ntuh mbanya...ehhehe


jengjuminten mengatakan...

hihihihihi ka uty ... ^_^


Yudhi E. Putranto mengatakan...

ckckck.. mba wakil rakyat!,

baru main lagi nih ke blog mba juminten, :D

makin keren aja template dan isi2nya ^^d


jengjuminten mengatakan...

kaka cakep Yudhi kemana aja nih , mampir bawa oleh oleh ndak...??? masih kerennnnnnn punya kang atuh tapi hatur nuhun kang ... ^_^


khairunn mengatakan...

Mbak wakil rakyaatt...

*ikut-ikutan bikin mbak wakil rakyat pengen kabur-sekabur-kaburnya.. heheh

:)


BLACKBOX mengatakan...

wuiiiih.....berat nih


obat herbal stroke mengatakan...

WAW,,,,,,,,,, wakil rakyat nbak??


Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blog's Stats

 

Smile Corner | Copyright © 2011
Designed by Rinda's Templates | Picture by Wanpagu
Template by Blogger Platform