Rabu, 23 Maret 2011

0 surat buat cumi ...

saat faris tulis ini , cumi ku sedang tidur . Dan faris ga tega membangunkanmu hanya untuk memberitahu seberapa diriku sangat mengkhawatirkanmu , sengaja faris tulis surat ini agar saat cumi bangun nanti bisa tersenyum geli melihat kelakuan faris yang malu malu in ini....

cumiku, maafkan diriku yang selalu bawel ini selalu saja mengintrogarsi untuk makan setiap pagi, siang meskipun kau telah bilang udah makan.

cumiku, maafkan diriku marah marah saat tahu pukul 8 malam kamu masih di jalan dan tak meminta ku tuk menjemput. Maaf, aku hanya tak tega melihat bidadari seperti kamu melalui jalan yg gelap dan sepi sendirian. Aku takut..

cumiku,terakhir aku minta maaf melarangmu pergi tadi . Iya, kamu tak mau aku menganggapmu sakit. Kamu ingin dianggap sehat.Aku tahu, kamu tak mau kalo aku sebut sebut hal ini .

cumiku, jadikanlah aku penopang tubuhmu yg kecil itu. Ijinkanlah aku, meskipun aku tau kau akan lebih senang bila aku diam aja dan tak memintanya.

cumiku, sekali lagi maafkan aku yg bawel ini. Dan asal kamu tahu, Semakin mengenalmu, semakin aku sayang kamu :)

( surat teraneh dari mas ojek ...:P )
NEXT - surat buat cumi ...

Kamis, 17 Maret 2011

0 spesial...:P

Sengaja Ultah tahun ini ingin banget ku lewatkan tanpa acara Ucapan, sms , maupun jeritan telepon biar sedikit lebih spesial, biar berbeda dari biasanya,makanya aku Tipe X tuh tanggal ultah di faceebook biar bisa nikmati sensasinya ultah tanpa dapat perhatian dari orang orang, aneh sih memang tapi seru kayanya...:) patut di coba nih..
Sebagai ganti aku akan buat acara ngebolang seharian bareng ade2 manis di panti , sehari sebelum the big day kusiapin semua sendiri biar ga ngeroptin orang lain ntar, saking semangatnya nyampe ujan ujanan pun aku lakukan... (akhirnya selesai juga acara siap siap buat besok ) , cape plus ga sabar ama acara besok akhirnya buat aku tidur cepet malam ini.
Tepat pukul 00.38 aku terbangun karena jeritaan telepon ternyata SMS dari de2 pelangi sempat dibales lalu tidur again hehehe..dan kembali bangun karena adzan subuh ,Mendadak ekor mata menatap sebuah bunga diatas meja, pasti ada tukang bunga nyasar semalam , ku cuma senyum senyum rasanya hapal tuh tukang bunganya siapa...:P
Ku kira cuma de2 pelangi dan tukang bunga yang inget, ternyata salah pukul 07.04 kaka cimut Maria kirim sms, disaut april 07.11 ngga tanggung2 dia kirim 4x sms sekaligus, pukul 09.17 miss Hujan Bonit telepon sayang ngga terjawab, akhir cuma bilang "hmm Ta'a mo nyanyi tp g diangkt..:D" ( dasar memang bukan rezeki denger teteh nyanyi yang sudah cuma bisa senyum kicut dan ngarep teteh telepon again..)
6 meniit kemudian giliran mas cakep Diky yang menjerit "Asik ada tumpeng U'eenak nih...:)"
Acara ngebolang bareng ade2 panti dimulai, seru,lucu, kocak,heboh,narsis pokoke aku dibuat ketawa tiada henti,walaupun ngebolang cuma keliling panti doang. Kita maen berbagai permainan dari galah nyampe maen bola hehehe meski 4 jam tapi aku seneng banget disana, kita nyampe bottram bareng malahan sebelum pulang.
Hari ini dirumah tumben seepi banget orang orang ngga tauuu pada kemana daripada binun yang udah berselancar deh didunia maya, wow ternyata wallku dihujanin berbagai ucapan gara2 miss April nih nambah ucapan di fb jadi membanjir deh ...:P # thanks april..:) # berarti gagal dong hajat ultah tanpa ucapan hehehehe.
biar udah gagal hajat ultah tanpa ucapan tetapi rencana ke dua harus di jalankan yaitu pinggin maem malam di kampung gajah biar bisa puuuassssssss tatap tuh bintang...:) kira2 ajak tukang bunga ngga yaaa..?? masa ajak duluan kan malu, lagi2 miss april ama mr.Geraldi yang bikin sekutuan di wall tukang bunga plus undang bala bantun segala lagi, lengkap deh aku dilucutin diwall tukang bunga, akhirnya jreng jam 5 sore tukang bunga dateng mengjemput berarti jadi dong acara maem malam nyambil tatap bintang...( cerita ngapain aja pas maem malam ntar aja diceritain ...:P ).
yang jelas ini dia Ultah yang sangat spesial, spesial karena beda dari yang biasaaan ku lakukan yang tadi cuma mauuu lakuin ultah dirian dengan lakukan 2 hajat yang aku mauuu ternyata makin seru plus spesial karna dilengkapi ama ucapan dari teman2 yang udah menyadarkan bahwa ulang tahun tidak hanya sekedar ucapan tetapi mendoakan Thanks , terimakasih, haturnuhun, matur nuwun, tarimo kasih atau apapun ucapannya yaaa semua ... aku sayang semua...:) :)
NEXT - spesial...:P

Senin, 14 Maret 2011

0 Bintang, Hujan , Pelangi

malam ini seperti hari sebelumnya, hujan turun membasahi bumi dan aku dirian lagi seperti biasa...
aku tak tahan dan bertanya pada Mr.langit...
" Mr.langit !! mengapa engkau tak hadirkan bintangmu..??"
langit diam seribu bahasa
" Mr.langit please jawab pertanyaan aku..!!"
" mengapa diam aja..??"
" akankah engkau juga tak peduli..?"

Tiba tiba ...
suara merdu datang menyapa...
ehmmmm mengapa engkau begitu marah pada bintang..??
“Ahh. .!? Engkaukah itu Bintang??”

" Bukan ini mamanya bintang...! Bintang yang tak pernah berniat meninggalkanmu barang sedikit pun sayang”
mana mungkin mom..?? bintang meninggalkanku !bintang jahat ..!
Hahahaha ....jahat ? apa buktinya sayang...???
"Buktinya sudah cukup jelas, beberapa hari ini aku sering menunggu di sini, berharap bintang sapa dan tersenyum"

" Hahahaha.."
“Mengapa mom tertawa? mom senang melihat aku tanpa bintang?”
“Wahh. .bukan itu maksud mama. . Mama juga sangat yakin bintang pasti merindukan senyumanmu! Sumpah dech!!”
Jika rindu kenapa ngga datang bales sapa aku itu lebih baik...

“Kan ada hujan yang menemani mu? Bukannya sayang menyukai hujan juga ? Bukannya selama ini hujan selalu membuatmu ceria? Bukannya setelah hujan akan ada pelangi yang selalu menghiasi langit dan kau begitu mengagumi pelangi? Hujan dan pelangi juga kawan bintang kan sayang.....”

“Mmmm. . .”

“Sayang. . bintang tak pernah meninggalkanmu. . bintang selalu ada untukmu, selalu ada di dekatmu walau pun engkau tak pernah melihatnya. .

sayang tak pernah melihat bintang karena awan menutupinya. . Tapi bintang melihatmu di balik awan itu, dan jika sayang bisa mengontrol perasaanmu, sayang pun bisa melihat bintang . . Dan pastinya dapat bermain bersama. .
NEXT - Bintang, Hujan , Pelangi

Sabtu, 05 Maret 2011

0 The Big day....

Menuju The Big day... wuiiiihh... jangan tanya gimana rasanya, sungguh memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius memang bukan yang mudah, bahkan lebih sulit dan berat dari apa yang kita bayangkan sebelumnya.

Dimulai dari munculnya virus yang bernama " TAKUT " , takut ini... takut itu... dan standarnya takut berantakan apa lagi batal, belum lagi rasa pesimisme yang saling saut sautan, sungguh virus ini berhasil mengganggu bikin sensasi panas dingin turun naik bawaannya lemas, berasa ingin marah marah, sensitif dan kadang ingin menangis terus

( bukan gue banget deh !! ).

Hal pertama kali yang terbayang adalah sudahkah gue cukup berbakti kepada bapa ibu sebelum the big day ini..? ( rasa ngga kan pernah cukup deh gue berbakti buat bapa ibu ) ini yang membuat gue tiba tiba menangis..:'( , belum lagi ditambah dengan pertanyaan mampu ga gue menjadi yang baik untuk mas jeleg, pantaskah gue untuk mas jeleg, semua pertanyaan datang dan terus menghantui...! padahal mungkin tidak ada satupun tuntutan untuk melakukan hal tersebut dengan perfect dari awal, Tapi sungguh aku kepingiiiiiinn banget dipeluk seseorang dan di yakinin kalo semuanya akan baik baik aja.
NEXT - The Big day....

Selasa, 01 Maret 2011

0 1 Cafe 5 Curhat

Ketika remang senja telah sempurna menghilang berganti kelam langit tak berbintang. Cafe franchise justru kian jelita bermandikan lampu lampu yang ditata apik memancarkan atmosfer romantisme megah dan berkelas.Kursi kursi diarea teras dan dalam cafe pun penuh sesak dibanjirin pengunjung yang bercanda riang satu sama lain, atau sekadar duduk manis menikmati sajian,beberapa kelompok tamu yang baru tiba terpaksa celingukan mencari meja kosong.

tokoh 1 . Seorang pria tampan awal tiga puluhan yang duduk dimeja nomor 17 deket jendela cafe.

Pria ini mengenakan kemeja biru dan berjas, necis, tampan, rapi, khas golongan ekskutif muda.Gelisah ia. Berulang kali dilirik arloji yang melingkari pergelangan kirinya, mendesah mengalihkan mata kejalanan macet diluar jendela, sesekali memainkan keypad blackberry keluaran terbarunya, lalu menyeruput secangkir kopi yang menemaninnya dari beberapa menit lalu.beberapa kali blackberrynya menjerit dan selalu dijawabnya dengan pesan yang sama " Nanti ku telepon balik dari rumah, pukul sembilanan lah . Kamu kan tahu jam segini aku pasti ada di Cafe menunggu kemacetan sedikit mereda Oke..?"

Haduh, kapan sih jalanan tidak lagi macet benaknya, belum lagi angkot yang seenaknya berhenti naik turun penumpang, ditambah again jalanan yang berlubang, Payah pemerintah kota semua tidak ada yang beres kerjanya.

Eh, hujan turun ? celaka ! pakai hujan segala sih, tambah macet kalau begini. Nyampe rumah jam berapa nih ? Hah....

Kacau ! bosen mengumpat menyalahkan orang yang ditudingnya bertanggung jawab atas ketidaknyamanan yang tiap hari dialaminya.

Pria tampan tadi mulai berandai andai, asyik juga kalau ada sopir pribadi pasti ga harus cape cape mengemudi, tapi lebih Sip bila kantorku didepan rumah , atau Ehm aku menang lotere 10 Milyar wow bye bye bye banting tulang ! ia senyum senyum membayangkan khayalannya terwujud, Ah tak mungkin hidup memang tak pernah adil bagiku.

Tiba tiba matanya tertarik pada seorang pemuda yang mengemudikan sebuah mobil merah berlogo kuda jingkrak dari negera menara PISA. Fiu ! pria tampan tadi bersiul , jalan boleh macet namun berada dikokpit mobil itu pasti tak ada istilah lelah mengemudi.Hebat cowok itu , masih muda sudah sukses aku ingin menjadi dia. Andai dia adalah aku bahagia pasti !

Bruk !

"A... duh, maaf tuan, saya tidak sengaja. " Sebuah suara mendadak membuyarkan lamunan. Seorang Bapak paruh baya pucat pias berupaya dengan tangannya mengeringkan celana mahal pria tampan itu yang tersiram kopi. aget bercampur marah, pria itu spotan berdiri Heh, amu buta ya ? ditaruh dimana matamu ? Gila ! pria tampan tadi terus memaki tak memperdulikan lagi tatapan belasan pasang mata pengunjung cafe, Seorang laki laki berseragam karyawan menghampiri dan berusaha menenangkan pria tadi, Name tag bertulis Manajer tersemat di seragamnya.

Maaf Tuan maaf sekali atas kejadian ini , dia karyawan baru , Saya atas nama cafe amat menyesalkan insiden ini, Namun jangan khawatir, Tuan kami akan mengganti segala kerugian Tuan.

Plak ! tanpa sempat dicegah tempelengan mendarat di Bapak paruh baya itu, yang dengan cepat berjalan keluar Cafe.Sementara Manajer cafe itu hanya bisa mendesah iba penuh sesal.

Tokoh 2 . Seorang pemuda didalam kokpit mobil sport berlogo kuda jingkrak

Pemuda tadi imut, terlihat terpelajar amat cocok mengendarai si kuda jingkrak ini , namun tak seorang pun menduga bahwa ia bukan pemilik mobil itu, pemuda imut tadi bekerja disebuah bengkel mobil impor bagian pengantaran pastinya, ia bertugas mengantarkan mobil yang selesei di service pada pemiliknya. dan seperti hari hari biasanya pemuda itu juga terjebak kemacetan,nyambil memindah mindahkan frekuensi radio dia mulai menggerutu, mengapa semua memilih pulang kerja berbarengan ? gantian gitu lho..!

Aduh hujan lagi, sempurnalah kesialanku hari ini setelah macet harus mencuci mobil canggih ini ditempat siempunya lagi nanti. Tanpa sengaja matanya perhatikan sebuah cafe disamping jalan,penuh rasa iri dipandangin pengunjung yang memasuki cafe. Ah kapan aku bisa makan dicafe seperti itu ? Huh memang dunia tak adil aku cuma lulusan SMU mana mungkin seperti mereka ? menjadi sopir itu satu satunya yang dapat kulakukan. Mobilnya belum juga bergerak matanya pun masih terpaku pada cafe, tiba tiba sebuah sepeda motor berbelok memasuki halaman cafe kemudian berhenti didepan pintu bertulis Staff only, pengemudinya turun lalu mengambilnya sesuatu dari dalam boks, bergegas masuk kedalam cafe tadi.

Hmm , pengantar pesanan, benaknya enak juga pekerjaan itu, sama sama pengantar tapi dia bebas macet, kemana mana naik motor, jam kerja juga jelas, udah ada jadwal pelanggan mana yang di tuju ,lagi lagi pemuda itu membandingkan tak puas ia akan takdirnya. Mendadak ekor matanya menangkap keributan didalam lewat jendela besar cafe. Seorang Pria berkemeja menempeleng keras seorang bapak paruh baya .Eh ada apa ya ! ia bertanya tanya dalam hati, tak urung ditatapnya terus bapak tadi yang bergegas keluar cafe dan setengah ragu saat hendak menyeberang jalan. Ia melambai lambaikan tangan, pemuda di dalam senyum mengejek takut amat tertabrak sih pa ? macet begini siapa yang bisa maju ? Dasar kampungan.

Tokoh 3. seorang remaja pengantar pesanan yang mengemudikan sepeda motor boxnya.
Remaja itu mengenakan jaket hitam bergambar logo perusahaan,lincah ia mengendalikan motornya dilengkapin helm fullface menutup sempurna wajahnya, belai rintik hujan diacuhkan begitu aja.Hah... tiap hari rutinitas serupa keluhnya di hati, jalanan macet berdebu mesti kujelajahi untuk mengantar barang barang bodoh ini.Baru nyampe ? sapa seorang pelayan cafe yang menerima nota tanda terima plus uang darinya. Ya macet luar biasa diluar. Bagaimana pengunjung ramai? yup beginilah setiap malam kerja melayani tamu demi gaji ala kadarnya pelayan cafe itu dengan nada kurang ramah. Remaja tadi hanya cengengesan, gaji ala kadarnya gimana? lha wong pengunjung cafe tajir semua tipnya pasti gede tak dapat dibandingkan dengan gajiku yang UMR dong,mereka sih enak ada tip dan sesekali bisa bawa pulang hidangan lezat dari cafe, sementara aku harus mengukur jalan dan tip dari mana?
Ia berandai andai sembari sirik seorang pelayan membawa nampan pesanan kesalah satu meja tamu cafe.Ah aku ingin bertukar tempat dengan dia kalau bisa, dunia memang tak adil padaku remaja itu menghela nafas.

Tokoh 4. Seorang pelayan cafe yang tengah membereskan sebuah meja yang baru saja ditinggalkan pengujung.
pelayan berseragam putih itu tampak necis dengan rambut pendeknya disisir rapi cekatan ia menempatkan piring gelas kotor ke atas nampan lalu mengelap meja hingga bersih. Tak nyampe satu menit pelayan tadi telah berjalan kembali ke dapur cafe." Meja 17 !" seru seorang koki dari dapur sambil menunjuk sebuah piring dan secangkir pesanan pelayan itu tak menjawab lalu membawa pesanan pengujung di meja 17 tadi ke depan. Huh mau maunya aku berprofesi seperti ini, merendahkan diri melayani orang orang bodoh berkantung tebal yang enteng membuang puluhan ribu hanya demi secangkir kopi, dan aku seorang sarjana yang terjebak dicafe ini.susah payah kuliah di universitas hanya untuk ditolak kerja disana sini.ujung ujungnya jadi pelayan,aku tak pantas bernasib sehina ini.
" Silahkan tuan " dipaksakan senyum ramah saat menghidangkan pesanan meja 17.Baru saja pelayan tadi hendak pergi pengunjung itu memanggilnya, Hei...hei..kamu ngga tahu saya pelanggan cafe ini ya? mana krimernya sana"ambilkan.!"
" Segera tuan," nyambil memaksakan seulasan senyum, kesel campur kangum juga pada pengunjung meja 17,sombong tapi dia berhak angkuh seorang eksekutif, kaya,berkuasa, punya pengaruh, apa lagi kurangnya..? andai aku seperti dia, alangkah senengnya, semua bisa ku beli.ya, olehku seorang sarjana.
Tokoh 5. seorang bapak paruh baya yang sedang menyeberang depan cafe dibawah gerimis
Kemeja lusuh yang dipakai sudah agak basah saat ia berhasil mencapai sebeerang, gerakannya takut takut saat menyelinap disela mobil mobil yang berbaris padat merayap karena macet, ketika itu matanya menangkap bulan sabit dari arah sebuah gang kecil sebuah panggilan gaib menariknya mendekat tanpa bisa nolak bergegas ia memburunya. "Alhamdulillah," kalimat itu yang keluar dari mulutnya ketika tiba disebuah mesjid didalam dua orang menjadi makmum jamaah shalat isya, ia bergegas mengambil wudhu lalu turut menjadi makmum.Setelah salam bait bait doa ia panjatkan. "Ya Rabbi,mudahkanlah segala urusan anakku amanatMU yang telah kau ambil minggu lalu, ampuni dosa dosanya dan terima amalnya."Ya Rabbi, anakku bukanlah orang yang kaya namun ia tak miskin budi pekerti,anakku bukan juga sarjana yang pintar tapi ia mampu mnengajariku ilmu yang bermanfaat."Ya Rabbi anakku bukan orang penting dimata manusia ia hanya seorang petugas kebersihan rendahan, namun ia anak yang shaleh yang tak pernah mengeluh sulitnya hidup kami melainkan kata penghiburan yang terucap padaku sebagai penawar."Ya Rabbi terangkanlah hatiku karena kebodohan kami belum mampu mengikhlaskannya penuh tawakkal...
NEXT - 1 Cafe 5 Curhat

Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blog's Stats

 

Smile Corner | Copyright © 2011
Designed by Rinda's Templates | Picture by Wanpagu
Template by Blogger Platform