Sabtu, 24 Maret 2012

Aku ingin menikah ....

" Mir, ada surat!" teriakan itu berasal dari ruang tamu. Berlari aku keluar kamar meninggalkan kertas kertas gambarku.Itu pasti surat dari mama, yang memang ku tunggu tunggu.Benar saja, itu surat dari mama segera mengambil posisi terbaik diatas tempat tidur. Aku menulis surat kepada mama sebulan lalu isinya tidak minta kiriman uang seperti biasa , bukan juga mengabarkan kalau aku sakit. Isi suratku itu sangat singkat Begini " Mama , aku ingin menikah. Apakah bapa mama dan yang lainnya setuju dan merestui ? Mira tunggu balasan Mama. Dan sekarang aku menerima balasannya.
Sebenarnya , keinginan menikah itu sudah ada sejak setahun lalu dan memang udah ada yang memintanya padaku , mas Haris namanya berhubung kuliah blom selesai maka aku menundanya hingga setahun. Sehubungan kuliah the End dan wisuda sebentar lagi maka berani ku bertanya akan hal itu . Tak sabar, akhirnya kurobek amplop surat dari mama dan mengeluarkan berlembar lembar dari dalamnya . Pasti isinya nasehat dari A sampai Z yang ujung ujungnya pasti penolakan beliau. Daripada penasaran ada baiknya aku baca deh ..
Pantas saja surat berlembar lembar gitu ternyata bukan cuma mama yang bales tapi semua orang rumah ikut bersuara ada enam surat lengkap dengan nama masing masing. Aku tersenyum mirip kertas ujian saja . Ah surat siapa yang harus kubaca duluan jadi bingnung, kayanya mulai surat dari mama deh .
Mama
Terus terang , mama kaget , putri mama yang masih suka ngambek , manja dan bawel ternyata sudah ingin menikah . Tidakkah kamu merasa terlalu muda untuk menikah ..? kenapa ndak kerja aja dulu sayang kan ijasah ntar ndak kepakai, lagi mas sama mba mu juga belum menikah apa kah kamu ingin melangkai ketiga kakamu itu? Tak baik itu ,pokoknya mama tidak setuju.
Batu sandungan pertama kujumpai. Mama tak setuju gara gara aku masih kelewat muda katanya .
Bapak
Wkwkwkwk... kamu serius nak ? Bapa ndak nyangka kalau kamu yang anak manja ternyata bisa melucu juga. Bapa tahuu kamu cuma main main kan. Coba di pikir masak masak lagi , yakin mauu nikah cepat ? memang udah ada calonnya ...?? kalo pun udah ada calonnya tapi dia belum bapa seleksi kan kalo ndak lolos seleksi bapa gimana ayo ...?? udah mendingan lanjut sekolah lagi aja deh daripada kamu cepet nikah.
Batu sandungan kedua kujumpai lagi. Bapa tak setuju karena belum ketemu dan belum seleksi calon menantunya.
Mas Heru
hebat kamu , Mir! mas ngga nyangka kamu sudah memikirkan hal itu sekarang . Mas sangat setuju , untuk biaya pesta nanti mas akan tanggung sepenuhnya. Tapi ngomong - ngomong orangnya secakep mas ndak ..??
Dari dulu, mas ku yang sulung ini memang selalu mendukung apa pun yang aku inginkan terus soal kuliah ku ini kalo bukan karena dia mana mungkin aku bisa kuliah di jogja.
Makasih mas Heru satu suara yang mendukungku... ^_^
Mba Sasa
Beda dengan mas Heru , mbaku yang nomor dua ini menolak nolak habis habisan dan sedikit menyudutkan dia bilang kalau tak akan menganggap aku adiknya lagi kalau aku melangkahinya, katanya pamali bisa bisa dia ngga dapat jodoh nanti.Kata siapa ? kalau mba Sasa mau , sebenernya udah banyak yang melamar dasar mba Sasa aja yang banyak mauunya kurang cakeplah , kurang kayalah ,yang kampunganlah pokoknya seribu alasan kalo mba Sasa.
Mas Rio
Surat dari mas Rio singkat banget cuma bilang gini " Aku ikut keputusan bapa sama mama kalo beliau setuju aku juga setuju silahkan saja, tapi kalau tidak ,jangan coba coba melanggar " katanya.
Mba Ika
Surat Mba Ika mirip surat mas Heru ,dengan mendukung kalau memang sudah ada keinginan dan kemampuan sebaiknya segera dilaksanakan begitu katanya , Dia sendiri tak usah dipikirkan karena masalah jodoh udah ada yang mengatur.
Wisuda akhirnya datang juga, aku sudah ngga sabar ingin pulang kerumah dan menyakinkan mama bapa sekali lagi. Berbekal puluhan seminar , diskusi, dan kajian tentang menikah usia muda yang telah kuikuti makin bertambah optimis menyakinkan seluruh anggota keluarga.
Perjuanganku berhasil dengan sukses ,akhirnya mama dan bapa merestuiku setelah sebelumnya berkali kali menyakinkan perlahan namun pasti bapa dan mama bilang iya kamu kami restuin, bahkan mba Sasa yang tadi nya ngga mau menganggap adik lagi kalo menglangkahinya malah mengatakan gini " de , gimana kalau kita adakan acara pernikahannya barengan saja? Mba udah punya calon dan mba yakin sesuai dengan kriteria mba .
" Tapi , Mir, calon suami siapa ? " Mas Rio tiba tiba mengajukan pertanyaan.
pertanyaan itu memang sudah kutunggu tunggu dari tadi , aku sudah sibuk membayangkan reaksi semuanya senandainya nama Mas Haris yang kusebut.
Sebelum aku menjawab tiba tiba mas Haris berkata ... " Haris yang akan menikah dengan ... Mira!" bapa ibu mas mba.
Reaksi yang kuterima sungguh luar biasa , Bola mata mama dan bapa membulat , mba Sasa dan Mas Rio menjerit .." Harisssssssssss...." mba Ika melongo, cuma mas Heru yang berkata kenapa ngga dari dulu aja ngga harus nyampe selesai kuliah juga pasti di kasih izin nikah kok.
Tapi apapun reaksi mereka saat itu , yang jelas hari ini tepat seminggu aku jadi nyonya Haris ...^_^ , terima kasih yaaa restu dan izinnya .

3 komentar:


Elsa Khairun Nissa mengatakan...

lucu, ketika dapat surat banyak dari kakak-kakaknya sama ibu bapaknya.
klo kakak yang kirim suratnya dapet balesan ngga ya....xixixi....


Anna AQyuan mengatakan...

Teteeehh Minteen ini teh kisah nyata bukan?? serius yah? Barokalloh.. aku setuju.. semoga Alloh memudahkan Aamiin ^_^


Outbound Malang mengatakan...

kunjungan gan,bagi - bagi motivasi
Hal mudah akan terasa sulit jika yg pertama dipikirkan adalah kata SULIT. Yakinlah bahwa kita memiliki kemampuan dan kekuatan.
ditunggu kunjungan baliknya yaa :)


Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blog's Stats

 

Smile Corner | Copyright © 2011
Designed by Rinda's Templates | Picture by Wanpagu
Template by Blogger Platform