Selasa, 14 Februari 2012

2 Freespirit...


Saya ingin ke Pantai Tidung, Sebentar lagi saya akan kaaabuur ( berharap bisa kaabuur :P ) dan menyepi ke Pantai tidung.Camping.Backpacking.Jangan tanya saya kenapa pantai tidung, dan dari mana ide nama ini muncul.Pernah ngga seperti itu ? mendadakan ingin sekali ke suatu tempat. Tapi tidak tahu bagaimana menjelaskannya? Saya pernah ke pantai Tidung sendirian. Temen temen menganggap saya aneh plus gila karena pergi kemana - mana senangnya sendiri.Ibu Komandan pasrah (terpaksa pasrah sih ... ), ketika saya bilang, jiwa saya lagi ingin sendiri, lagi ingin bepergian.Setiap pulang bepergian sendiri atau bareng temen, saya merasakan suatu energi yang baru . Entah itu karena pengalaman yang tak terbeli, atau kenangan yang tak bisa di hapus.Atau bisa pula penyegaran dari sebuah kejenuhan.

Menulis ini, saya merindukan pantai Tidung. New Paradise, begitulah saya menyebut pulau Tidung ini.Pulau Tidung merupakan pulau terbesar dalam gugusan pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu. Pulau hunian penduduk ini memiliki luas sekitar 109 ha dengan populasi sekitar 5000 jiwa. Nama Pulau Tidung berasal dari kata Tidung (dalam aksen penduduk setempat pada waktu itu), yang artinya tempat berlindung, karena pulau ini sering dijadikan sebagai tempat untuk berlindung dari bajak laut atau perompak,Maka Pulau ini dinamakan Pulau Tidung yaitu pulau untuk tempat berlindung.

Pulau Tidung terhampar membujur panjang dari barat ke timur dan menjadi 2 bagian (Tidung Besar & Tidung kecil)

“jembatan cinta” adalah Jembatan penghubung antara Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil yang berjarak 3 km,jembatan ini terkesan eksotik dan menawan. Apalagi pada saat “sunrise” & “sunset” tiba. Para wisatawan berlomba menuju jembatan untuk berfoto- foto menikmati keindahannya atau mengabadikannya dengan berfoto- foto. selain itu ada Pantai Tanjongan Timur terkenal pasir putihnya , adalagi Pantai Tanjung Barat dikit sepi tapipantai ini sangat indah apabila dan mengagumkan ketika matahari terbenam. ( cocok buat yg ngga suka rame ..:P ), ada lagiPelabuhan Betok tempat paling asyik buat mancing, yang terakhir Pulau Tidung Kecil

Pulau ini tidak berpenduduk masih terlihat alami dan hijau dikelilingi pohon kelap. Di sebelah timur pulau terdapat sebuah makam yang dipercaya sebagai makam Panglima Hitam. Pulau ini juga bisa digunakan untuk area kemping bagi para petualang.

Sudah lama saya tidak keluar, ke alam bebas, berpetualang. Menjadi free spirit, dan mengkap energi.ketika saya mengeluhkan hal ini , seorang sahabat berkata, untuk bisa pergi ke suatu tempat, tidak perlu harus " pergi " kesana. Bisa lewat media lain.ia bicara soal melalang buana melalui semesta raya. Alam mimpi, Imajinasi . Alam paralel.

Jujur aku susah mengerti apa yang dikatakan beliau...? terperangkap dalam kehidupan yg itu itu aja setiap hari. Bayangkan pantai Tidung...ops, maaf itu bayang saya. Imagine : around the Indonesia in 75 days?..possible!


NEXT - Freespirit...

Rabu, 08 Februari 2012

4 jadi orang kaya pasti enak ...

Ibu, jadi orang kaya itu enak, ya? si Imut Ning yang sedang makan di pojok meja membuka percakapan, memperhatikan ibu nya yang sedang sibuk dengan sayur asemnya. Sayur asem kesukaan bapa tersayang.

Ibu tersenyum memandang Ning, senyumnya yang cantik itu selalu menghiasi bibirnya . " Enak gimana?"

" Ya enak. Apa apa tinggal beli, beli sepatu, boneka,pizza, burger...." Sambil nyerocos." Coba lihat kita, Ibu beli baju cuma setahun sekali pas lebaran doang. Ibu terenyuh mendengar kata kata Ning. Pikirannya menerawang ,bayangan sepuluh tahun silam kembali hadir dipeluk mata. Rumah besar, honda jazz diparkiran, mpok dan tukang kebun serta seorang suami yang berprofesi sebagai wakil direktur ,hingga suatu ketika suaminya di fitnah telah melakukan korupsi dan hakim memutuskan bersalah dan sejak saat itu hidup semuanya langsung berubah ,waktu itu Ning belum lahir , sedangkan Nana putri sulungnya masih bayi .

" Kemarin Faris dibelikan sepeda sama ayahnya , Ning lihat dia memakainya.Asyik Ibu. Saat ning disuruh mencobanya ."

Ning ....! ocehan Ning berhenti oleh suara panggilan dihalaman depan.

"Ibu, ning main yaa..?" itu pasti Putri , Setelah mengangguk, Ning lari kehalaman tanpa dilihat kelopak mata ibu berair.

Saat itulah tanpa disadarinya, Nana masuk ia baru kembali dari pasar. " Nah....ketahuan, deh Ibu kok nangis?"

Ibu tak sempat menyembunyikan air matanya." Ndak, Na ...."

Nana menatap wajah ibunya . Na menunggu seperti biasanya, karena ibu tak pernah menyimpan masalah apapun, sebentar lagi Ibu pasti cerita.

" Na," ibu mulai bicara, " kok nasib kita ndak pernah berubah ya?"

" Ndak berubah gimana, Bu?"

" Katanya roda kehidupan itu berputar kadang diatas kadang dibawah . Tapi ....kenapa kita terus dibawah.

Na menarik nafas mungkin rodanya rusak bu jadi ndak berputar kata Ning dalam hati. Na tahu kemana arah pembicaraan Ibu. Maksud ibu...

" Iya ...kita ini kok miskin terus."

" Bu, jangan sebut kata kata itu , siapa bilang kita miskin?"

" Jadi, menurut Na kita ini gimana? lihat sekeliling, tetangga semua udah punya TV sedangkan kita...listrik juga ikut tetangga..."

" Ibu kok bicara seperti itu? selama ini Na sangat kagumin ibu, ibu tuh sabar, lembut, gigih,tak pernah mengeluh. Tapi apakah ibu ndak tidak bahagia?"

Ibu terdiam, lalu menggeleng " Ibu bahagia walau seperti ini cuma..." cuma ibu akan lebih bahagia kalau kita seperti dulu lagi."

" nah itu dia, kebahagian adalah kekayaan yang tak bisa di beli , kita harus bersyukur ibu karena kita masih hidup dan punya tempat tinggal masih banyak orang yang tak seberuntung kita.

Ibu mendengar Nana dengan tersenyum, senyum bangga pada putrinya , dia selalu lebih dewasa dibandingkan dengan usianya tak pernah mengeluh dengan keadaaan keluarganya." Maafkan bapa dan ibu ya, Na rasa kami belum pernah membuat bahagia." Ibu menunduk

" Ibu Ning bahagia , sangat bahagia siapa bilang ibu tak pernah membahagiakan Na? Ibu mengajarkan Na shalat, mengaji . Disitulah kebahagaian sebenernya ,Ibu bukan pada harta, tapi pada perhatian dan kasih sayang yang dilandasi keimanan.

" Assalamualaikum.."seru Na. Na melangkah kedalam rumah didinding papan itu, Rumah terindah yang pernah kumiliki,pikir Na setiap masuk rumah bagaimana tidak dirumah ini Nana dan Ning dibesarkan dan dirumah ini juga dikenalan nilai islam makanya Na bersyukur punya orang tua seperti bapa dan ibu.

"Kok udah pulang, Ibu yang lagi membungkus nasi buat bapa menegur Na.

" Ada rapat guru Bu ,Oya bu biar na yag anterin ke bapa yaa na pingin makan bareng sama bapa bugkus dua yaa bu..

Iya... tapi nanti langsung pulang ndak usah bantuin bapa ya

Memang kenapa , Bu ?

Ngga kamu kan harus anterin pesan kue ke rumahnya Ibu Rosa nanti, jawab Bu seadanya soalnya ia bertekad pekerjaan apa pun boleh dibantu kecuali tambal ban

Tapi kan kue dianterin nanti sore Bu , pokok langsung pulang Bu bilang.

" Ning mana , bu ?" Na keluar dari kamarnya, Bu tersentak dari lamunannya." Tadi main sama Putri mungkin kerumah Faris ."

Setelah pamitan , Na berangkat menuju tempat tambal ban bapa keluar pintu belakang memasuki gang sempit sambil bersenandung .

" Mba, Ning ikut ke rumah Ibu Rosa ya ? tanya Ning memperhatikan Nana yang sedang menyusun kue ke dalam baki. Tumben , biasanya juga ngga , apa udah bosan bermainnya ? sahut Na tapa menoleh.

" Ngga, Ning mau bantu mba Na saja, masa Mba Na setiap hari anterin kue sedangkan Ning malahan sering main tak pernah memnbantu."

" Ning cimut kan masih kecil , jadi kerjaannya ya main jawab Na asal asalan."

" Apa mba Na dulu juga seperti Ning ? Mba Na dulu kerjanya main juga?"

" Na diam , berusaha mencari jawaban yag tepat. Dulu beda sama sekarang sayang dulu ngga ada yang bantuin ibu."

" Jadi Mba Na dari kecil udah membantuin Bu? udah kerja?

Na mengangguk ." Tapi bukan berarti mba ngga main sesekali mba juga main ngga selalu bantuin ibu.

" jadi ... Ning ikut mba yaa..? Na terseyum dan mengangguk.

" Kapan ya , mba kita bisa kaya? tiba tiba Ning bersuara.

" Kok , nanya seperti itu ? memangnya kita miskin?" tanya Na . " Ning masih makan tiga kali sehari kan? masih punya sepatu, masih suka jajan kan ..."

" Ning sayang , kita harus bersyukur dengan apa yang sudah Allah berikan , masih banyak orang yang tidak seberuntung kita , dan ingat semakin banyak harta yag kita miliki, maka semakin besar pertanggungjawabnya nanti ."

Ning diam , bingung karena ndak mengerti apa yang dijelaskan Na. Sebelum masuk rumah ibu Rosa na berpapasan dengan pengemis , " na masukan dua kue ke dalam plastik , Ning kasih kan sama ibu itu."

" Ternyata kita jauh lebih baik dari ibu tadi ya mba?" Ning mulai bawel lagi

" Bukan hanya dari ibu itu , masih banyak orang yang jauh memprihatikan dibandingkan dengan kita, kita begini sudah sangat beruntung , adik manis. Makanya jangan pernah mengganggap kalau kita ini miskin.

( lagi - lagi bingung ada yang mauu bantu terusin ...^_^ )






NEXT - jadi orang kaya pasti enak ...

Kamis, 02 Februari 2012

12 “ Mengeja saja saya sulit . apalagi menulis ”

Tulisan ini ada karena mbaku yang secantik Aceh raya " Meutia Rahmah " kasih PR , ndak cuma bikin panas dingin , mau ndak mauu PR nya harus tetep selesai daripada tiap namanya hadir diblog serasa ditagih ayo mana PR mu .....^_^
" Cumi kamu kan doyan membaca. pasti bisa menulis, kan punya stok bahan untuk jadi tulisan " say Tina ubur ubur redaksi koran gang senggol ....
" bungsuuuuuu prediksi dong MU - Liverpool tulisannyaa terus kirim lewat email " say mas ojek ku
" Nte bosen ach oleh oleh cuma coretan gambar plus foto doang sekali kali kasih judul teks apa ceritanya biarrr lebih seruuuuuuuuuu " say si ganteng

3 jeritan yang selalu hadir, tapi bukan nama minten kalo ndak bisa ngeless ( Bajaj kali suka ngeles ..:P ) bukannya ndak mauu nulis tapi “ Mengeja saja saya sulit . apalagi menulis ”
minten ditakdirkan doyan bicara ( read : bawel, ... hehehehe ) hampir tak pernah abis stok pembicaraan, selain cepet banget bicaranya aku juga bawel secara lisan maupun tulisan , maksudnya bawel ditelp , sms , chatting , yaaa gitu deh ...^_^
Bukannya tak sadar terlalu cepet bicara dan tak berusaha memperlambat bicara tapi semua bahan pembicaraan mengalir begitu aja , mungkin terbawa ritme kerjaan sehari hari kalo ndak lari lari ke produksi , mojok digudang dengan ratusan kode dan jenis jenisnya , atau mengerjakan 2 hal sekaligus 1 window buat coret coret gambar, 1 lagi buat ketik ketik transaksi belum lagi jeritan telp bergantian.
tuh kan kaka cantik tulisannya makin aneh memang ndak ada bakat menulis , minten merasa kesulitan membuat orang mengerti merasakan nilai rasa dan emosi dariapa yang minten tuliskan. minten tetep bisa bawel sms atau chatting karena sms ma chatting bentuk tulisannya interaktif , ntar kalo chatting mulai bingung lewat tulisan yang udah telp aja langsung ...^_^
moga moga PR dari kaka cantik dianggap udah selesai yaaa minten kumpulin ... ^_^

( ada yg mauu terus bantuin nyambungin ...^_^ )










NEXT - “ Mengeja saja saya sulit . apalagi menulis ”

Rabu, 01 Februari 2012

2 aku takut mati

mba A bilang " kalau kamu beriman, maka kamu ga akan takut apa apa sekalipun kematian "
mba B bilang juga " Cuma Tuhan yang tau sampai kapan kita hidup dan kapan kita mati "
tapi , tetep aja aku takut
ngapain kamu takut mati ..??? dalam hidup itu cuma ada satu yang udah pasti ... MATI ... si tina ikut ikutan bersuara .... ( untung mr. jantung ndak mati tiba2 karena kaget ...)
sekali lagi ... tetep aja aku takut mati .. dan mba A pasti bilang aku ndak beriman karena takut ... percuma dong aku shalat ( sering injury time sih ..) , ngaji 1 ayat , dll kalo ujung ujungnya takut mati juga ...
" kita takkan pernah tahu apakah kita masih bisa melihat mentari pagi , karena kita hanyalah manusia biasa."
iya aku ..cuma manusia .. manusia yang akan takut kematian .....




NEXT - aku takut mati

Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blog's Stats

 

Smile Corner | Copyright © 2011
Designed by Rinda's Templates | Picture by Wanpagu
Template by Blogger Platform