Minggu, 24 Maret 2013

2 Keluhan Gebo Si Gerbong ....

Kau harus tahu aku adalah uh ... kau panggil saja aku Gebo. Tak salah lagi ... aku adalah gerbong yang berada di peron utama stasiun kereta api Kircon. Ya ... akulah yang menyambut semua penumpang stasiun ini. Namun, jangan sekali kali kau samakan aku dengan semua gerbong yang ada didalam stastiun didalam sana. Antara kau dan aku saja, mereka sungguh tak pantas menjadi gerbong stasiun.
Tidak seperti mereka, aku bukanlah gerbong biasa. Kuceritakan saja padamu jasa besarku.Aku adalah gerbong pertama yang berlari diatas rel membawa penumpang penumpang besar ... jangan salah ... bukan badan mereka yang besar. Maksudku para penumpangku adalah orang orang besar negeri ini. Mulai Lurah sampai Presiden." Sudahlah, Gerbong Tua. Berhentilah mengeluh !!!!"
Uh.... kau dengar kata kata itu ? Dia adalah burung parkit yang bersarang atas gerbongku. Entah kenapa dia suka sekali bernyanyi ! Menyebalkan !
Burung parkit yang tak sopan. Tak hanya memotong ceritaku, dia berani beraninya memanggilku Gerbong tua !! Huh harus... mereka seharusnya memanggilku Tuan Gebo !!
Beginilah masa tuaku . Begitu malang, sekadar menjadi hiasan Peron stasiun saja. Padahal semuanya tertulis dipapan keterangan yang terpasang di badanku.
Uh...uh...maafkan ... aku merasakan titik air ditubuh ku. Izinkan sejenak mengamati langit. Hah... hujan turun. Setidaknya suara tetes hujan lebih menyenangkan dibandingkan celoteh si parkit. Tak ada lagi yang akan memotong ceritaku , bukan ?
Bicara tentang si parkit ... kemana dia ? Oh... sudah kembali ke sarang rupanya, Namun sarang dia tak cukup rimbun, tak cukup melindungi dari hujan deras.Aku benar, kan ? sebentar saja unggas menyebalkan itu telah basah kuyup. kurasa mereka kedinginan.
" Ke..ke...napa kau ...me...manggil aku, Ger... Bong... Tua?!
" Kumaafkan walau aku masih saja dipanggil gerbong tua. Aku tak dapat membiarkan kamu kedinginan . Kamu boleh berlindung didalam gerbongku . Gerbongku cukup hangat untuk Kamu.
" Te.. rima kasih Ger...bong Tua " , kata si parkit.
Mendengar ketulusan dia senang juga hatiku. Panggilan Gerbong Tua tak lagi membuatku terganggu. Nyanyian dia terdengar lebih merdu sekarang.
" hanya ini yang dapat ku lakukan untuk membalas kebaikanmu. Menyanyi menghibur hatimu. " kata si parkit.
" Ya... ceritakan pada ku kehebatanmu dimasa lalu , biarkan aku bernyanyi untukmu setiap hari." tambah si parkit.
Kau dengar itu ? ternyata sangat menyenangkan. Yah ... tak ada salahnya membiarkan dia bernyanyi .Kalau kupikir , belum pernah aku senang ini .
" Apa katamu , Gerbong Tua ? aku boleh bersarang digerbongmu ?" parkit menatapku tak percaya.
Kupikir itu yang kubutuhkan. Teman penghibur hati. Tak butuh lama si parkit telah menjadi sahabat baikku. Kemudian istri dan anak anak si parkit. Dan mereka semua selalu bernyanyi untuk ku.
Setelah itu aku baru sadar , nyanyian si parkit menarik perhatian banyak calon penumpang. Kau tahu apa yang terjadi selanjutnya ? calon penumpang mulai memerhatikan papan keterangan ditubuhku dan mulai mulai berfoto foto ria.
Hu...hu...hu... setiap harinya ...kukatakan saja padamu. Semakin banyak orang yang mengetahui jasa besarku. Semua itu berkat keluarga burung sahabatku. Aku hampir lupa, mereka tak lagi memanggilku Gerbong tua. Mereka kini memanggilku Gebo  si Sahabat Burung. Kurasa itu nama yang sangat keren.
# coret coret efek sendirian pagi pagi ditoples ... ^_^ #
NEXT - Keluhan Gebo Si Gerbong ....

Selasa, 12 Maret 2013

1 komentar tidak akan bolos (lagi)..

Bima , Arif , dan Hanif adalah siswa kelas lima SD babakan sari. Mereka punya hobi membolos! beberapa kali , mereka dipanggil wali kelas, tapi tetap saja masih sering membolos!
"Hahaha... ngapapin sekolah, bikin kepala pusing!" kata Arif
"Iya. Kalau aku , malah ngga suka banyak PR malesssss!" kata Hanif.
"Huuuu.... kamu emang tukang males!" teriak Bima.
Pagi itu, waktu menunjukan pukul 09.30. Bima, Arif, dan Hanif kembali bolos.Kali ini, mereka pergi menuju BSM. Tiba di BSM, mereka langsung menuju arena bermain Games zone. Disana, terdapat macam macam permainan.Arif langsung membeli koin dan memainkan mobil game, diikuti Bima dan Hanif . mereka bertiga asyik dengan game masing masing.
Tiba- tiba, mereka dikejutan dengan bapa bapa berseragam." Maaf, Anak - anak... bisa ikut bapa sebentar!"
Bima, Arif, dan Hanif ketakutan. Mereka segera menghentikan permainan yang sedang berlangsung. Mereka di giring ke sebuah pos jaga.
" Nama kamu siapa?" tanya bapa tadi
" Eu..euuu....saya Bima pak!" ini Arif dan Hanif," jawab Bima gemetar, Mereka tidak membayangkan akan dibawa ke tempat itu. Kemudian , Bapa tadi itu menanyakan dan mencatat sekolah , alamat rumah, dan nama orang tua masing masing." Perlu kalian perhatikan , Bapa bertugas merazia anak anak yang bolos pas jam pelajaran . "
Mendengar kata " Razia"  , Bima , Arif , dan Hanif semakin ketakutkan. Mereka takut dijebloskan ke penjara? takutttttttt !
" Kenapa kalian bolos sekolah ?" tanya bapa itu.
Bima, Arif dan Hanif tidak memjawab mereka cuma menangis karena takut . Bapa petugas itu tersenyum lalu menghampiri ketiganya itu.
" Ya, sudah ... Bapa memperbolehkan kalian pulang dengan satu syarat !" kata nya.
" Syaratnya ...syaratnya...a...ap...apa, apa bapa?" tanya Bima terisak.
" Syaratnya , kalian jangan membolos lagi! kalau bapa masih menemukan kalian bolos , bapa tak segan segan membawa kalian ke kantor polisi!"
" Iy...iya, bapa! kami ti ...tidak akan membolos lagi!" kata Arif.
Akhirnya ke tiganya diperbolehkan pulang. Sepanjang jalan, mereka tidak bicara sepatah kata pun. Mereka masih ketakutan.
Tiba tiba...." Mulai hari ini , aku tidak akan bolos lagi!"
" Iya, aku juga !" susul Arif.
Tetapi , mereka berdua heran kena hanif diam saja.
"Hei, Kamu masih mau bolos,ya?" tanya Bima.Hanif diam saja." Nif, Kamu belum kapok, ya!"
"Hmmmmm... aku ... tidak akan bolos lagi ,tapi masalahku sekarang bukan itu." katanya
" Lalu, apa Nif?" Tanya Bima dan Arif bersamaan.Hanif menunjuk celananya yang basah kuyup, Spotan saja keduanya tertawa. Ternyata , Hanif pipis dicelana saking takutnya saat ditanya bapa tadi.sejak hari itu, bertiga tidak pernah bolos lagi.

#coret coret curhatan siganteng.com.... ^_^
NEXT - tidak akan bolos (lagi)..

Minggu, 03 Maret 2013

3 hidup tak selalu enak ...

Enak kali yaaa kalau hidup ini selalu bahagia, selalu senang , selalu manis plus selalu enak. Engga bakal ada tangisan , sedih apalagi susah. Yaa mau gimana kita masih manusia. Bukan kita sutradara yang mengantur hidup ini .Melainkan Dia, Allah Sang Sutradara pengatur alam berserta isinya. Kita ciptaan Nya dan Dia pencipta kita.Seandainya kita diberi hak untuk mengatur tentu sudah stel agar hidup kita enak terus.

Kaka Ustad bilang salah satu sifat manusia adalah lupa diri. Hidup enak akan membuat kita mudah lupa diri. Hidup sukses mudah membuat kita menjadi somse. Keadaan inilah yang kadang membuat kesusahan diperlukan.Sebagai pengajaran bahwa kita masih manusia, bukan Tuhan. Sehingga tidak pantas lupa diri apalagi menyombongkan diri.

Namun demikian kaka Ustad bilang lagi kita masih diberi Allah hak untuk mengajukan proposal kehidupan.Apa yang kita inginkan dalam hidup ini tergantung pada diri kita sendiri. Kita ingin Hidup Enak , jalanin kehidupan orang yang diberi Nya kesenangan dan tiru , contoh orang orang yang berjuang hidupnya menjadi enak.

Kata Kaka Ustad Allah itu punya hak prerogatif  untuk menentukan kehidupan seseorang. Tapi begitu Allah tidak akan sewenang - wenang. Si Kya diberi kesenangan sedang Si Ayu diberi kesusahan. Tergantung orang dan keadaan lingkungan Allah akan memberi , maka enak tidaknya hidup ini kita yang pilih. Tuhan sih tinggal acc doang.

Kaitan kehidupan yang tidak selalu enak, kita tau bahwa semuannya ada yang atur . Yang mengantur kehidupan kita adalah allah. " Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa apa yang ada diantara keduanya dalam enam hari. Kemudian Dia berkuasa atas arsy. Tiada bagi kamu pelindung dan penolong selain Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran ? Dia mengatur urusan dari langit ke bumi .."  ( as Sajdah : 4-5 ). Jadi kita udah tahu bahwa yang mengatur adalah Allah, berarti kita harus yakini bahwa tak ada aturan Allah atur kecuali kebaikan bagi kita. Sehingga apapun jalan kehidupan enak atau ndak enak kita bisa menerima dengan ikhlas.

Karena kita yakin Allah tak berpernah berkehendak untuk mencelakakan kita. Semua yang terjadi kadang cuma pikiran kita , belum apa apa udah takut duluan padahal itu belum terjadi.Keseringan di Bayangi perasan dan pikiran jelek. Akhirnya ketakutan itulah yang bakal terjadi  dan kejelekan yang kita yakini, maka penting tuk menyakini apapun selalu dari sisi yang baik baik aja , selalu positif, sehingga akan membuat apapun menjadi baik dan positif juga.
NEXT - hidup tak selalu enak ...

Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blog's Stats

 

Smile Corner | Copyright © 2011
Designed by Rinda's Templates | Picture by Wanpagu
Template by Blogger Platform