Minggu, 26 Mei 2013

1 komentar Ini Terminal, Kawan!"

Kulirik jam dipergelangan tangan kiriku, pukul 10.15 pagi. Setelah membayar tiket di loket , ku langkahkan kaki memasuki terminal Leuwi Panjang. Dengah susah payah , ku gendong ransel dipunggungku , mirip pendaki. Berat. Bagaimana tidak berat ? Hampir setengah lusin kaos oblong , tiga celana , dua kemeja, satu jaket , si mungil Axioo dan si hitam manis S 2980 ada dalam ransel itu. Itu pun tidak semuanya ku bawa. Sebuah Tripod kamera dan sekantong cemilan yang dengan berat hati kuhibahkan pada ponakan ponakan manisku dirumah. Sekitar dua setengah jam lagi akan ku habiskan liburan di kota jakarta. Kota besar , Ibu Kota negara Indonesia , kota yang katanya tak pernah tidur dan serba cuek. Kurang lebih enam hari akan kuhabiskan disana mulai dari Gambir , Kota Tua , dunia fantasi hingga sepasang pulau Iidung besar dan Tidung kecil. Sudah kebayang gimana serunya liburanku kali ini.
   
     "Copet!" seorang wanita paruh baya berteriak tak jauh dariku, sambil menunjuk seseorang yang membawa kabur dompetnya.Jangan heran , Namanya juga terminal. Semua tahu, kalau tidak hati hati dalam sekejap nasib akan berubah. Ini terminal , BU! ujar seorang pedagang asongan, mirip macam iklan layanan masyarakat yang mengingatkan supaya berhati - hati di terminal.

Suara pedagang asongan menjajakan permen, rokok, air mineral, ada juga keluhan memohon para pengemis dan suara cempreng para pengamen adalah hal yang tak asing dijumpai diterimal. Ku hapus keringat didahi, beberapa orang menghampiri menarik - narik menawarkan bantuan. Pura - pura mau tawarkan jasa angkut barang tapi niat sebenarnya mencopet, bukan aku berprasangka buruk, tapi sering begitu kejadiannya.

"Bade kamana, teh ? Jakarta ? Bogor ? Bekasi ?" seorang laki - laki tiba -tiba menanyakan kemana tujuanku,logat sundanya begitu khas.

" Henteu.... Parantos kagungan tiket, Aa!" jawabku dengan logat yang diusahakan sehalus dan selembut mungkin dalam bahasa sunda. Buru - buru ku jawab itu , sebab jika kelamaan nanti makin banyak yang mengdekati, hal ini merupakan kesempatan emas bagi pencopet. Sebab, ini terminal,Kawan!"

" Koran , teteh?" seorang bocah sembilan tahunan dengan aksen sunda mengagetkanku. Disodorkannya sebuah harian surat kabar pikiran rakyat padaku. Aku mengambil koranitu, tidak ada niat untuk membeli, tapi biarlah. Lagian, Bus Primajasa yang akan mengantarkanku ke Ibu kota Jakarta baru akan berangkat sekitar setengah jam lagi. Lumayan surat kabar ini bisa jadi temen selama nunggu. kusodorkan uang lima ribu rupiah.

" Teh,Bade nu sanes? Ieu aya majalah sae." sambil menyerahkan uang kembalian dua ribu rupiah, bocah itu menyodorkan sebuah majalah dewasa dengan cover depan seorang wanita mengunakan pakaian renang.
"Memang enggeus baca majalah ieu?" tanyaku
"Parantos, sering malahan, teteh."
Aku menggeleng, begini kehidupan anak jalanan, lingkungan yang tak ramah bagi seorang bocah. Bocah itu lalu pergi sambil memasukan majalah dewasa tadi kebagian tengah koran - korannya.

Aku menoleh pandangan ke belakang , baru ada sembilan penumpang, sepuluh denganku. Pantas Bus masih belum berangkat juga.

                RVP Hattrick, MU Juara Liga Inggris
Itulah judul besar dihalaman pertama harian itu.Katanya, Tga gool Robin Van Persie yang bersarang digawang Aston Villa dini hari tadi merupakan kunci sukses setan merah meraih gelar Premier League ke - 20 United.

                Komisi X DPR Panggil Mendikbud Pekan Ini
Berita Basi. Sudah Hampir seminggu ini beritanya cuma seputar lembar jawaban UN ( LJUN) mulai dari soal, kertas , sama distribusi soal soal UN yang terlambat. Kulipat koran itu, lalu pandangan menuju jendela, berusaha merekam semua kejadian di terimal. Siapa tahu dapat ide untuk membuat cerpen buat lomba Akhir bulan April ini.

" Permisi,mbak." Seorang wanita muda, sudah berdiri disamping kursiku.Kugeser posisi dudukku merapat ke jendela. Lalu dia pun duduk. Usianya sekitar 25 Tahun , beda sedikit denganku. Dandanannya rapi, ada sebuah tas selempang dibahu dan menenteng sebuah kresek supermarket.

"Kemana,Mbak?"tanyanya
"Lebak bulus, Kalau Mbak ?"
"Cawang mabk" jawabnya
" Sudah panggil Ning saja, Mbak!" Aku meminta dipanggil Ning tanpa tambahab mbak, ngga enak aku kan lebih muda."

" Kebandung liburan Mbak ?" tanya ku lagi
"Ngga juga Ning." Jawabnya.
"Sebetulnya saya ke kota Bandung ini cari pacar saya, dia kuliah diBandung.Karena tidak ketemu dan uang mulai menipis, akhirnya saya putuskan pulang saja."

"Enam bulan lalu, saya berkenalan dengan seorang dari bandung lewat sebuah room chat." Tanpa kuminta, dia mulai bercerita."
Dia super baik sama saya, nggak cuma saat chat beberapa kali kopi darat juga begitu dan lama - lama kami pun akrab , saking akrabnya saya mau memberikan semua pintanya, termasuk....." Dia terdiam kulihat setetes air jatuh dipipinya.
" Dia berjanji akan menikahi saya, dia minta waktu buat cerita ke orang tuanya. Tapi sudah satu bulan tak ada kabar berita. akhirnya saya memutuskan untuk ke Bandung karena lama - lama perut saya makin membesar."

Wow ......Wanita ini? Pikirku. Dari penampilan terlihat wanita baik - baik. Tapi ternyata penampilan luar tak menjamin bagaimana kelakukan seseorang?

Tak Tahu apa yang Harus kukatakan. Apakah ikut marah, memang aku ini siapanya ? atau kah harus ikut iba. Lama kami terdian.

"Mbak asli dari Jakarta?" tanyaku. Tak enak juga diam - diaman."

" Saya dilahirkan di Jakarta dan dibbesarkan di Bali. Setelah Selesai Kulia, Papa mengajak saya ikut beliau ke Jakarta untuk bantu bantu bisnis PUBnya."

Aku ber " O " dalam hati , Pantas hasil produk peceraian

" Sekarang, Mbak bakal ngapain? maksud saya, setelah sampai dirumah nanti."

"Sebenarnya saya berniat menggugurkan kandungan ini. Tapi Sabat saya melarang."

"Sahabat mbak benar, Mbak tidak boleh sampai melakukan itu." Bayi itu tidak berdosa Mbak.

" Tapi, saya Malu1" Apa yang harus saya katakan pada orang tua? Bahwa saya telah diperkosa?" Dia kembalii menangis.

apa dulu kamu tidak malu terhadap Allah saat melakukannya? Tanyaku dalam hati.

" Mbak malu adalah bukti bahwa seseorang itu masih beriman."

Hening wanita dihadapanku menunduk. Ku perhatikan penumpang semakin banyak. Sepertinya tidak lama lagi Bus ini berangkat.

" Maaf , Ning bolehkah saya titip belanja yang di kresek di sebelah tasmu ? Nanti saya ambil pas masuk Cawang."

"Jangan Takut isinya cuma makanan kecil , sedikit oleh - oleh buat orang rumah."

Lima menit berlalu dan semua kursi penumpang telah terisi. Sopir naik dan langsung menghidupkan mesin Bus. Tiba - tiba dari arah pintu belakang terdengar suara keras dengan nada memerintah.

" TUNGGU! Harap matikan dulu mesinnya!"

Semua menoleh kebelakang,dan tujuh anggota polisi berseragam lengkap telah berada diatas bus.

" Semua tenang. Kami cuma mau memeriksa barang bawaan bapak - bapak  dan ibu - ibu."
Aku menarik nafas. Ada razia. Mbak disebelah tanpa gugup enta kenapa.

" Tolong , Mbak, tasnya?" ku dengar suara seorang polisi menanyai mba disebelahku.Tiba - tiba aku terpikir sesuatu...Jangan - jangan

" Kau, Dek sini barangnya." seorang polisi sudah mengambil kresek disebelah tas ranselku dan memeriksa isinya. Aku berharap, berdoa, semoga....

" Mari ikut kami!" polisi itu langsung menarik tanganku.
"Tapi pak..."
" Tidak ada tapi - tapian, bergerak!"
" Tas ransel saya gimana ?"
"Bus ini belum akan berangkat, Ayo1"

Wajahku pucat pasi, keringkat dingin , dan semu mata penumpang menatap kearah ku. Seperti dugaanku sebelumnya. apa yang tadi melintas di benakku memang benar. Kresek itu ternyata berisi pil - pil kecil warna - warni dan beberapa daun kering>"

Pikiranku melayang pada Mbak disebelahku. Aku yakin, semua sudah direncanakannya. Polisi sudah mencium asa pengedaran GPS ( Ganja, putaw dan shabu - shabu ) yang memasuki terminal. Meras dirinya akan tertangkap, mbak itu bersandiwara di depanku . Mengaku dari jakarta. Lalu, cerita tentang dirinya yang dihamili pacarnya, semuaannya agar aku simpati dan tak berkeberatan begitu dia titipbawaannya. Sempurna dan aku berhasil dijebak. Aku cuma berdoa, semoga para polisi itu percaya dengan penjelasanku nanti.

Dalam hati aku berkta, Ini Terminal, Kawan!"

NEXT - Ini Terminal, Kawan!"

Kamis, 16 Mei 2013

4 Buat Kamu ...

Buat Kamu ....

Janji jangan tertawa saat kamu membacanya . Mungkin ini tulisan yang begitu aneh bukan gue banget pokoknya.

Bayangan ku tentang kamu begitu superhero. Pria Tampan berperut sispek....^_^ , humoris , pinter dan berpengetahuan mirip Ensiklopedia yang dapat membuatku betah berdiskusi tentang dunia ,bercerita tentang banyak rencana dan keinginan, dengan sedikit bumbu tawa. Ya Cuma kamu yang dapat membuat ku tertawa.

Kamu senang sekali bercerita tentang pekerjaanmu , teman teman baru mu dan aku pun bersedia duduk lama lama untuk mendengarkannya.

Tapi aku pun bukan wanita tanpa cela. Aku belum bisa dandan ala wanita feminim , aku belum bisa pakai high heels. Tapi aku kan berusaha menjadi partner yang baik untukmu dan sesuai dengan impinan mu.

Menjadi partner yang siap mendengar keluh kesah mu pada saat pulang

Menjadi Partner yang memberikan kenyamanan

Dan Kamu semoga juga dapat menjadi teman hidup yang tak bosan memberikan bahu pada saat aku membutuhkannya. Dan menjadi teman diskusi dalam setiap keputusan.

Dimanapun kamu berada sekarang, aku akan menunggu, hingga waktunya tiba untuk aku menitipkan hati ku pada mu.

# coret coret ndak jelas efek mati lampu ....^_^
NEXT - Buat Kamu ...

Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blog's Stats

 

Smile Corner | Copyright © 2011
Designed by Rinda's Templates | Picture by Wanpagu
Template by Blogger Platform