Sabtu, 28 April 2012

Detik detik ...


Sampai sekarang aku masih tak percaya kalau diusia 45 tahun mama hamil lagi , ketika enam bulan yang lalu mama menelpon ke kantor mengabarkan kehamilannya dengan bisik bisik dan sedikit malu malu, aku hanya diam tak percaya , bahkan setelah itu tertawa dan berkata " Masa sih, Ma ???? 
Dan keajaiban Tuhan memang terjadi . Aku tidak mengerti perasaan apa yang kurasakan sekarang. Cemas karena mama udah berkepala 4 usianya , atau malu karena di usia 22 tahun masih punya adik lagi . Apa kata temen temen kantor ku ? apa kata mas ku nanti ...??? Aku pun menutup rapat berita ini .
Mendekati bulan bulan kelahiran adalah hari hari yang menengangkan bagiku. Dalam doa kupintakan keselamatan bagi mama dan calon adikku. Namun kecemasan semakin bertambah kala pemeriksaan USG terakhir posisi adik ku sungsang dan Bidan tidak sanggup membantu proses kelahiran.
Sengaja long week end kali ini aku pulang ke bandung , hari beranjak sore, aku makin resah apalagi mama. Begitu juga dengan om dan tanteku yang sengaja ikut datang bermaksud menemai mama dihari yang menetukan ini . " Gimana udah lahir ? laki laki atau perempuan ?' tanya bapak dengan senyum cerah , senyum itu langsung hilang ketika mama keluar kamar memegangi perutnya. 
" Kita kerumah sakit sekarang ya Pa! Mama sudah tidak kuat," pinta mama memelas sammbil duduk disofa disamping tante Rima.
" Iya,iya, nanti Bapak siapin mobil dulu ."
" Ha..ha.. Bapakmu kabur , Mba. Takut disuruh nungguin mamamu melahirkan. Dari dulu dia begitu. " om Adi berkata. 
Mama semakin kepayahan, mondar mandir sambil meringis menahan sakit , sambil meminta punggungnya diusap usap. 
" Minta kain ..kain! ketubannya sudah pecah. Bapak mana ? teriak mama panik. Tiba tiba kepanikan melanda kami semua.
" Mba ..buruan panggil Bapa ! Mama udah mau melahirkan." kata tante Rima

Segera kami mengantar mama ke dalam mobil yang akan membawanya kerumah sakit.

Menurut Dokter kelahirannya masih lama, mungkin sekitar 2- 3 jam lagi  ya Rabb kasihan mama.
" Operasi aja pak ! Biar cepet " Mama panik dan tidak mau menunggu lagi. Digenggamnya tangan bapak, Bapak diam saja mendengar permintaan mama itu. Dari awal kehamilan mama memang ndak siap cuma naruri keibuannya yang membuat mama bertahan kuat selama sembilan bulan ini.
Karena tertekan dan putus asa mama menolak makanan yang diberikan suster , padahal seinget ku mama belum makan nasi sedikitpun dari pagi. 
" Ayo Ma , makan dulu , biar mba yang suapin , bujukku dengan lembut."
" Nggak mau, Mual mama mengggelengkan kepalanya."
Baru ketika bapak yang nyuapin mama mau makan walaupun hanya beberapa suapan. Ye ... mama manja juga seperti anak kecil. Hal lucu terjadi ketika bapak pamit buat sholat magrib , mama tidak mengizinkan makin erat memegang tangan bapak. 
" Mma, Bapak mau shalat dulu ,cuma bentar kok , sekarang mama sama mba aja dulu ya !" bujuk bapa dengan lembut.
Aku terus menemani mama tanpa tahu apa yang diperbuat , hanya memegang tangannya dan mengusap usap punggungnya. Mama tampak mengumpulkan tenaga , tarik nafas - dihempuskan, tarik nafas -keluarkan.
" Mama sudah tidak kuat , pa. Operasi saja ya?" Mama memelas."
" bertahanlah , Ma. Kata dokter, mama masih bisa melahirkan dengan normal . Berjuang lah Ma".
tetap pukul 19.05 dokter dan para suster masuk keruangan persalinan membantu mama , saat ini mama berjuang antara hidup dan mati. Aku ingin sekali kmenemani mama didalam tetapi ketakutan akan darah membuat ku duduk depan ruang bersalin. Tiba tiba kulihat bapak keluar dari ruang bersalin .
" Bagaimana Pa ,sudah lahir ?" tanya ku pada Bapak.
" belum " jawab bapak sambil senyum ." Mama minta kamu temenin , kasih dorongan semangat yaa ."
Walau ragu plus takut , aku masuk juga dibelakang bapa. Kuhilat 1 Dokter dan 1 Bidan 2 suster berpakaian putih ." 
" Ayo Bu... Ibu pasti bisa, Jangan menyerah , sedikit lagi kurang kuat. Ayo terus.." seperti orang sedang nonton bola , pikirku. Mama berusaha mengerahkan semua tenaga , Nafas nya tersengal , tiba tiba gumbalan darah sebesar kepalan tangan keluar , setelah sebentuk kepala mungil muncul tapi masuk lagi karena mama kehabisan tenaga. Rabb .... begitu berat berat perjuangan mama melahirkan anaknya , betapa aku semakin menyanyangi mama dan tak mau kehilangannya.
Akhirnya adik bayi lahir juga , bayi laki laki tetapi kenapa di masukan ke incubator ..?? bertanya ke bapa
Adik ngga apa apa ,dia normal hanya saja disempat kekurangan oksigen jadi harus masuk incubator untuk mencegah hal yang tidak diinginkan." Bapak menjelaskan sambil tersenyum.
Selamat datang adik cakep , Mba sayang dede ....^_^




10 komentar:


Andro Bhaskara mengatakan...

Selamat atas kelahiran adik barunya.. Semoga menjadi anak yang Soleh.. :)
Harusnya kamu yang melahirkan sekarang, bukan mama.. hahahahaha.... Pissss.. :D


jengjuminten mengatakan...

hihihihihihi ....
makasih mas udah berkunjung...^_^


Latifah Ratih mengatakan...

Heiii.... Selamat yah... hampir sama dengan aku brrti, diusia saya yang sudah mendekati 23 dan ibuku yang sudah 38, aku juga bakalan punya adik lagi,,, bedanya, setelah USG dia Cewek, Dan semoga bulan 6 nanti juga selamat insya Allah.... yang gag terima kehamilan mama tuh adik bungsuku yg udah 19 tahun..ha ha ha


jengjuminten mengatakan...

Wah sama sama punya dd kecil lagi yaa kaka cantik .. Insya Allah ibu ama dd kecilnya selamat juga , pertama2 minten juga sama kaya adiknya kaka cantik ndak terima tapi ujung2 tetep sayang kok ama dd bayinya....^_^


Ratri Anugrah mengatakan...

Uwwww...jadi ikutan terharu nih :') Alhamdulillah kalo adek bayi dan mamanya baik2 saja. Aku nggak ngebayangin kalo disuruh masuk ruang persalinan.


Rima Aulia mengatakan...

subhanalloh, selamat ya mba cantik, semoga dede bayinya jadi anak yang soleh.. senengnya bisa punya dede bayi lagi


auraman mengatakan...

Cie cie, punya adik toh. Kakaknya cantik adiknya ?? pasti Cakepp kan laki-laki hehehe


Adang N M I mengatakan...

selamat dong kalau begitu...

bersyukur sekali punya dede kecil,hehehe

kunjungan sore dan mengundang rekan blogger
Kumpul di Lounge Event Tempat Makan Favorit

Salam Bahagia
Suskses ya


Titie Surya mengatakan...

Hai ... salam buat adik gantengnya ya ... :)


Arya Poetra mengatakan...

Eh, blognya kinclong euy.. :D

Peristiwa yang mampu menegur kita, bahwa begitu beratnya perjuangan seorang ibu ketika menghadirkan kita ke dunia. Semoga lewat peristiwa ini, rasa sayang dan hormat ke ibunya semakin bertambah. Juga bisa memberi tanggung jawab sebagai kakak untukmu adik Esti.

Selamat Yaaaaa. Numpang cubitkan pipi adikmu. :D


Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blog's Stats

 

Smile Corner | Copyright © 2011
Designed by Rinda's Templates | Picture by Wanpagu
Template by Blogger Platform