Minggu, 19 Juni 2011

Saat sendiri


Jika ada waktu yang paling tepat untuk merasakan betapa pentingnya peran orang lain bagi diri kita , adalah pada saat kita sendiri.Cobalah eja saat saat itu, lalu susunlah ia menjadi bangunan yang bernama kepentingan. Kita akan merasakan betapa kita punya begitu banyak kepentingan kepada orang lain, baik kita sadari secara langsung maupun tidak.
Dewan juri yang memanggil seorang juara,misalnya, tentu hanya akan menyebut nama orang yang bersangkutan.
Padahal, dibelakang sang juara itu pasti ada sejumlah tangan yang berperan penting dalam kehidupannya. Orang tua, teman,guru, pelatih dan suporter.
Mereka ini tentu tahu diri untuk tidak mengklaim bahwa diri mereka punya andil bagi sang juara.Tetapi jika dipikir pikir, peran mereka yang tidak kecil itu justru menjelaskan apa sesungguhnya peran yang dimainkan oleh sang juara.Cobalah dimulai dari orang tua.Jika mereka tak merestui sang juara untuk bertanding, mungkin ceritanya akan lain.Begitu juga teman, guru, pelatih , atau suporter.
Bayangkanlah jika tak ada sosok sosok mereka disamping sang calon juara yang sedang bertarung dalam pertandingan.Jadi, sesungguhnya ketika namanya dipanggil sebagai pemenang, sang juara hanyalah sedang memainkan sebuah peran : menjadi duta bagi orang tua,teman, guru, pelatih dan supoter yang telah mengamanahkan sebuah kepercayaan kepada dirinya.
Pada saat sendiri kita baru merasakan betapa terlalu lemahnya diri kita jika harus bertarung seorang diri.
Di sinilah kita baru merasakan bahwa diri kita sesungguhnya tidak menyediakan tempat bagi kesombongan, karena seluruh ruangannya telah diisi oleh jasa jasa orang lain yang tak terhitung jumlahnya. Ketika kesombongan telah menguasai diri kita, tentu kita tahu bahwa inilah yang sedang terjadi : kita mengusir jasa jasa orang lain dari ruang ruang diri kita. Kita kosongkan ruang ruang itu, lalu kita undang kesombongan untuk bersemayam di dalamnya.

2 komentar:


Andy A.Fairussalam mengatakan...

Jangan Sombong - [Download] ^_^


Accilong mengatakan...

dan berbahagialah mereka yg bisa jadi pemain, bukan sekedar penonton dengan segala tetek-bengek dan pendapat yg sok tahu.

sekalipun kalah, si pemain tetap menang dri penonton, karena ia sudah mencoba dan mengusahakan yg terbaik. :D


Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blog's Stats

 

Smile Corner | Copyright © 2011
Designed by Rinda's Templates | Picture by Wanpagu
Template by Blogger Platform