Sabtu, 17 Desember 2011

Es E , Oh, Es E ..

Pagi itu jam sembilanan , aku membereskan piring piring dan membawanya kedapur. Komandan sudah pergi ke kantor setelah beberapa saat selesai santap sarapan. Sementara kedua jagoan adikku Roni dan Rani sudah lebih pagi berangkat sekolahnya SMP dan SMU. Aku mulai mencuci piring gelas kotor di dapur. Kulihat Ibu Komandan mengiris sayur - sayuran , memotong motong tempe membersihkan ikan dan kemudian memasukannya ke lemari. " Kamu ndak kemana - mana to , Mi ?" tanya Ibu Komandan padaku. " Ndak , Bu" jawabku. " Ada apa Bu?" " Ini nanti dimasak, Ibu nanti mauu pergi kepegadaian sama si Rama ," katanya. Rama adalah adik ku saat ini dia sedang mulai menyusun skripsinya di fakultas teknik sebuah universitas dibandung. " Ke pegadaian?" Apa yang mau digadai Bu?" tanyaku heran" Televisi , buat bayar SPP si Rama dulu. Gaji Komandan bulan ini habis , gitu juga tabungan ibu, buat daftar ulang si Roni dan Si Rani." jawab Ibu komandan. " Habis dari pengadaian nanti terus mampir pasar barang barang diwarung banyak yang habis." Aku menelan ludah , baru sebulan televisi balik dikaratina sekarang masuk lagi.

Di rumah tinggal aku sendiri , aku mulai memasak , sambil menunggu warung

Beee..Li....! terdengar suara anak kecil mengagetkanku , Rupanya Dea anak tetangga sebelah baru berumur lima tahunan. " Mbaaa... beli coklat yang itu... yang ayam jago..." katanya menunjuk toples " Belapaan halganya coklat ith?"" Dea bawa uangnya berapa?" tanyaku dulu. " Ini bawa Lima...." Katanya sambil memperlihatkan lima uang recehan seratusan. Tak lama kulihat ibunya tergopoh gopoh. " Aduh ni anak dicariin , malah kewarung sendiri." kata mba Nur penuh cemas. " Mi gimana sudah dapat kerja teh, belum?" tanyanya menohok batinku.

" Belum, mba ." jawabku.

" Aduh .... sayang yah udah punya gelar es - e teh belum kerja juga. padahal waktu Mika Wisudaan kelihatannya hebat sekali yah pake toga, begitu, mba meuni pangling . " Jadi udah berapa lama mika teh belum dapat kerja?" tanyanya bikin aku kesal." Enam bulan lewat seminggu." jawabku dengan wajah yang mencoba bertahan untuk tidak cemberut. Pekerjaan menunggu warung ini makin lama makin tidak menyenangkan. Setiap tetangga yang belanja yang aku layangi selalu bertanya " Apakah aku sudah kerja?" Huuuh...

Aku melanjutkan masakan di dapur. Pikiran masih melayang kepertanyaan mba Nur tadi, sulitnya kehidupan jaman sekarang sejak lulus udah berpuluh lamaran dikirim tapi belum dapat juga pekerjaan. Dua minggu lalu panggilan, begitu didatangin orang kantor itu bilang aku diterima disitu. Tapi..." sekarang bayar dulu seratus ribu buat adminitrasinya." kata mbak mbak yang menginterviewku itu menyakinkan. Aku percaya saja kubayar sejumlah yang diminta, hatiku keburu senang dapat kerjaan, tahu tahu tunggu punya tunggu belum juga ada panggilan , padahal seisi rumah sudah seneng.

Sekarang aku sudah mulai bosan mengirim lamaran lamaran ,cuma menghabiskan prangko, kertas dan amplop saja.

Sore itu setelah asar aku membuka buka koran di meja makan sesekali aku mencontreng lalu berpikir, kemudian geleng geleng sendiri kemudian mengangguk angguk.

"Deu.... serius amat kakak, liat Roni

Kak... Pak hakim dan pak jaksa kapan saya akan bekerja...sudah enam bulan menjelang belum juga punya kerjaan " tiba tiba si Roni berjodet dangdut didepanku. " Roni ..." aku melotot Roni memcibirkan bibirnya kemudian tertawa.

" Udah kak ... jadi sales saja... banyak lowongan kan tu ....dicari sales.. ini juga dicari sales.." kataaya menunjuk koran yang ku baca, kucubit lengannya. Roni memekik kemudian tertawa. " bapak bapak ibu ibu.. ini barang bagus buatan luar.. dijamin asli.. silahkan dilihat dulu Bu..." katanya sambil bergaya seperti sales.

" Roni... wis to jangan usil gitu." ibu menengahi.

Si Roni berlalu giliran si Rani bersuara.." Cari suami aja kak... cari yang kaya kalo bisa.!" ikutan nyindir.

" Kaya juga kalo bukan baik baik buat apa?' aku jadi sewot. "Iya kak...ntar Rama bantu cariin. siapa takuuutt...katanya Aku jadi mangkel.

" Bener Mi..atau kalo ndak cari kerja ya cari suami , biar jadi ibu rumah tangga bukan jadi pengangguran , ibu dulu seumur mu udah nikah lo." kata ibu

" Ibu kalo aku cari suami , cari yang siap nikah kaya yang aku bilang dari dulu itu ...yang gak pake pacar pacaran." lha kamu itu belum dapat dapat juga?"

" Belum dikasih Allah jodohnya, Bu.." jawabku." Lha kalo kerja itu belum dapat juga, udah beli amplop, kertas sama prangko terus?" " Belum dikasih Allah rizkinya, Bu..: Aku menyabarkan diriku sendiri, mataku hampir menangis.

" Moga cepet dapet suami dan juga kerjaan to , nduk, bapak dan ibumu sudah tua...pingin liat anak anak jadi orang... kerja kek..nikah kek."Aku membenarkan dalam hatiku aku si sulung ini belum juga jadi apa apa. Amiiinn... jawabku mengamini kata kata ibuku yang mirip doa.

Matahari minggu pagi cerah, aku menunggu angkot . Setiap hari minggu aku sering ngebolang bareng si camera butut ke geoglogi. sebuah angkot lewat aku memberhentikan. Angkot coklat melaju sesekali menurun dan menaikan penumpang. Angkot berhenti ketika sesosok berkerundung kuning menhentikannya.

" Assalamualaikum .." kataku setelah perempuan itu duduk di sebelahku." Eh Mi... waalaikumsalam.." katanya perempauan itu bernama tina , temanku dulu waktu SMU.

" Mau ke mana, Na?" tanyaku

" Ke Geologi.... Mi kemana? katanya balik bertanya. " Sama Atuh.." jawabku. Obrolan jadi berlangsung deh.

" Na ,,,ngga sama mas mas faris ke geologinya?" tanyaku sedikit heran melihatnya sendiri.

" Mas faris nya sedang ke jakarta sedang ada tugas disana seminggu.." jawabnya " Kamu sendiri kapan atuh nyusul... mgundang Na..." tanya pelan takut terdengar penumpang lain, pertanyaan klasik lagi untuk orang seusiaku tapi belum menikah." Insya Allah ... amin... doakan saja." aku menjawab pelan" kapan ya...? Mi juga ngga tau dikasihnya kapan?"

" Iya ...berdoa aja atuh.. tiap salat... juga tahajud..." sarannya. " Mi, sudah kerja?" katanya mengalihkan pertanyaan.

" belum..." jawabku, ah ini dia pertanyaan klaksik berikutnya, aku menarik nafas ." Na sendiri kerja dimana sekarang? ' tanyaku.

" Na mah sekarang ngurus rumah makan baru tiga bulan itu pake rumah bapak Na yang dijalan belakang rumah. Alhamdulillah lumayan rame.." katanya

" Memang sih sekarang mah susah sekali ngelamar kerja teh ya dulu juga Na mengalamar tapi ngga keterima terima juga, udah deh sekarang mah Na ngurus rumah makan aja, katanya lagi . Aku hanya diam.

" Eh Mi kenapa diam saja..."

" Eh...ngga apa apa?

Mi, sebetulnya Na teh lagi butuh tenaga Admin. Mi mau jadi Admin..?"

" Tapi gajinya ngga seberapa Mi paling lima ratus ribu namanya juga rumah makan baru buka

" ngga apa apa ... aku mauu, " Ngga apa apa es - e jadi admin rumah makan kan harusnya es - e kerjaanya dikantoran, gajinya sejuta lebih ?" tanya Na masih belum yakin. Aku mengeleng kuat kuat standar itu udah luntur jaman sekarang bisa bisa jadi pengangguran abadi kalo nunggu kerjaan jaman sekarang. enam bulan diruamh saja rasanya badanku sudah bulukan belum lagi sindiran keluarga menbuat telingga geli. " Ngga apa apa Na ....makasih banget ...aku mauu..!

Angkot tak terasa udah nyampe geologi aku dan Na turun dan membayar ongkos. kakiku melenggang lebih ringan , yang penting aku lepas dulu saja dari satu bebanku .... es - e penunggu warung ibuku.. dan beban bapaku berkurang satu aku ini bisa beli makan dan keperluanku sendiri. Alhamdulillah.... Allah memberikan rizkinya lewat jalan yang tak disangka sangka.....

5 komentar:


Asep Saepurohman mengatakan...

ahirna nya teh perjuanganna, Allah selalu memberikan jalannya.

salam kenal nya?
ku abdi follow heula blogna ;D


Nick Salsabiila mengatakan...

wiii...ngalir banget cerpennya mb minteenn...suka bacanya deh..jd ga kerasa udah habis...^_^


Gulunganpita mengatakan...

bener kata mbak nick.
enak bgt ngebacanya dan abis deh :)
hidup itu selalu ada hal yng terduga


BlueLov mengatakan...

Yakunlah akan kekuasan Allah dan ingat Allah tau apa yang terbaik untuk kita ... jgn pernah berputus asa... tetep semangat mengejar cita cita mu


Nurul Inayah Joisangadji mengatakan...

apapun itu kerjaannya yg penting halal, thoyyib n berkah iya kan? trus sakarang mmg lg zamannya 'bosen jadi pegawai' (kayak acara di trans tv wkwkwk :D )..ayoo rintis usaha sendiri klo bisa,liat pasaran lg boomingnya apaan skrg teh.. bismillah


Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blog's Stats

 

Smile Corner | Copyright © 2011
Designed by Rinda's Templates | Picture by Wanpagu
Template by Blogger Platform