Sabtu, 10 Desember 2011

Si " Ganteng "

" Masya Allah ! Kok kamarku kayak kapal pecah ? siapa sih yang main didalam kamar?

Sudah bisa ditebak siapa yang hobi main dikamarku . Dan ini udah kesekian puluh kalinya, sudah abis kesabaranku , kali ini aku tidak akan tinggal diam .Aku harus berani ngomong langsung ke Mbaku Win, karena pelakunya adalah putra tunggalnya Bima.

Bima, lengkapnya Bima Aditya abde Negara, berusia lima tahun baru TK nol besar , ganteng, sehat dan pecicilan loncat sana sini mirip kangguru ...:), selain cerdas , panjang akal, juga bernyali besar , khusus untuk ketiga kelebihan inilah yang perlu dicetak tebal dan diwaspadai bagi orang orang disekitarnya ,terutama aku tantenya.

Saat ini kamarku menjadi korbannya yang kesekian , setelah sebelumnya dengan tangan mirip pelukis dan ditambah bekal film spongebob nya, Bima melukis maha karya yang spektakuler di kanvas dinding kamar. Beberapa toples plastik Eyang uti Nya berubah bentuk menjadi sangat unik setelah dipakai konser tunggalnya sebagai pemain drum dapat dibayangkan bagaimana hasilnya, tentu saja toples - toples tersebut berubah fungsinya, tidak lagi menjadi pemanis dimeja tamu, tapi penghias tempat sampah. Seisi rumah dibuat panik karena bau hangus , setelah dicari sumbernya maka tahulah kami siapa pelakunya tanpa harus diadakan penyelidikan terlebih dahulu. Kami pun pernah dibuat pusing selama tiga hari dengan lenyapnya remote TV, buat aku sih tak masalah nonton tanpa remote, yang penting bukan TVnya yang hilang tapi untuk eyang akung Nya itu jadi masalah. " Pokoknya cari sampai ketemu, tidak mungkin hilang begitu sakja! pasti ada yang singkirkan!: wah bapa bener bener marah. Setelah kami mengganggapnya bener bener hilang dan melupakannya, eh remote itu ditemukan Mama dalam sebuah toples didalam kulkas. Dan si Bima tanpa rasa bersalah duduk tenang disamping bapa si eyang akungnya, wiiiihhh, gemes aku! " Mama " tak sabar aku melihat mama sesabar itu menghadapi Bima.

" Mama terlalu sabar sama Bima, aku tahu Bima cucu mama, tapi bukan berarti semuanya yang ngejenkelin didiamkan aja sekali kali dimarahin kan ngga apa apa Ma."

" Sayang, tingkahnya yang aneh itu tanda Bima anak yang cerdas , kita harus paham kelebihan kelebihannya, marah apa lagi membentak dia itu tidak menyelesaikan masalah, kita melakukan kesalahan kecil saja bisa tertanam dalam benaknya terus terbawa sampai dia dewasa, baikya kita kasih dia pengertian perbuatan nya itu salah, pakai logika akibat yang timbul atas perbuataannya itu, langkah itu lebih baik membantu dia berpikir oh itu salah dan tak boleh diulang lagi.... kamu ngerti kan , sayang?"

Uuuuuh , auk ah gelap! aku ngga pernah menang kalau debat begituan sama mama. Jam berdeting 3 kali, berarti sudah jam pukul 3 sore sebentar lagi mbak Win datang , saat inilah kesempatan menumpahkan kekesalanku, abis sama siapa kalau bukan sama ibunya?

" Mbak! Bima tuh ngobrak - ngabrik kamar aku, bilangi dong kamar tante bukan tempat untuk main. Uuuh...barang barangku pada rusak semua tahu!

Mbak Win menanggapi santai," Alah... gitu aja, masih untung ngga dibuang, lagi salah sendiri punya kamar kayak anak kecil , Umur kamu tuh udah 24 tahun, bo ya kalo ngantur kamar tuh layaknya anak seusia kamu. Jadi , yaaa..jangan nyalahin Bima dong kalo dia senang main di kamar kamu."

" Aku makin berang." Uuugh, ibu sama anak sama saja! Dua duanya ngeselin! Memang salah apa kalu aku nganturnya begitu ? kamar, kamarku sendiri kok, mau ditata kaya apaan kek , yang penting punya nyaman buat aku. Pokoknya mulai besok aku tak segan segan jewer kupingnya Bima, biarin sampai nangis.!"

Siang ini seperti biasa Bima menyatroni kamarku sepulang sekolah, dan kebetulan hari ini aku libur kerja, ku dengar langkah kecilnya dan bunyi beberapa barang yang jatuh, tangannya memang aktif selalu menjatuhkan barang yang dilihatnya. kudengar langkahnya mendekat, aku sudah siap dibalik pintu , kupasang wajah bengis , kali ini takkan ku beri ampun, beberapa detik kemudian dia buka pintu kamar tanpa aling aling , dan begitu pintu kamarku terbuka kusambut ia dengan senyum menyeringai, kedua tangan tolak pinggang, tidak lupa action seram mataku aku balik kelopak mataku sehingga terlihat setengah merah dan setengah putih, biar maki pucat tak lupa aku olesi bedak dingin plus ditambah mukena putih.

" Siapa kamu anak kecil? Ngapain kamu kesini? kamu tahu ini daerah terlarang yang boleh masuk sini hanya yang mempunyai izin dari penunggu kamar ini," ku buat mirip suara Mak lampir , sejenak dia diam terpaku didepanku dengan tatapan tak berkedip .Buk ! sebuah pukulan mendarat tepat diperutku dan bukan itu saja. Buk ! Buk ! menyusul diwajah dan bibirku. Alamaaaak !! Sakiiiiit!

" Audzubillahiminassyaitonillojim! hantu halus dipukul bial kapok nggak ganggu Tante!" teriak Bima

Dan tindakan spontannya itu benar diluar dugaanku , niatku memberi pelajaran mendapat sambutan hangat sekali ,yang memalukan aku hanya bisa diam mengaduh kesakitan lalu terduduk di lantai.

Melihat aku tertelungkup sambil mengaduh sakit, Bima baru menyadari bahwa yang dipukulnya bukan hantu beneran melainkan aku tantenya, Ia langsung lari mencari Ibunya sambil menangis.

Kucari tahu apa yang terjadi pada Bima, kudapati ia dalam pelukan ibunya dan kuketahui mengapa dia menangis justru saat melihat aku meringkuk kesakitan, Bima ketakutan sekali melihat musuhnya yang ternyata tantenya sendiri bener bener terluka akibat pukulannya , Bima melakukan dengan maksud agar si hantu tidak mengganggu aku, dirinya atau tempat bermainnya.

" Kan Kacian tante , Bu kalo nanti ketemu hantu abis pulang kelja nanti , makanya Bima pukul hantu bial pelgi, lagian kalo ada hantu dikamal tante aku kan ngga bisa main lagi disana."

Terisak isak ia menjelaskan pada ibunya dan aku, terharu aku mendengar penjelasannya , ternyata dibalik tingkahnya yang menjengkelkan dia memiliki perasaan halus dan merasa dekat dengan ku sebagai tantenya yang perlu dia lindungi dari bahaya apapun. Aku benar benar menyesal dan malu pada kecerobohanku tersebut.

" Mas Bima sayang ya sama Tante? " tanyaku lembut, dia mengangguk kecil sambil menatapku dengan manja.

" Cayang dong cama tante, emang tante nggak cayang cama aku?" ia balik bertanya.

" Ya jelas sayang lha, kalau ngga , ngapain tdi diajak main hantu." Ya ampun , sudah salah masih ngeles juga nih anak mbakku nyamber.

" Kalau gitu mainnya kita ganti aja, mau tidak dengerin cerita tante?" judulnya , jagoanku yang cakep, tapi dengan syarat tangannya diam dan ngga bikin kamar tante kaya kapal pecah yaa, mauu ngga?" ajakku dengan misi sama namun strategi berbeda.

" Ibu...! Mimik Cucunya! aku mauuu bobok ciang dikamal tante cambil dicelitain...

tante. tante , keponakan yang cakep itu aku kan?" celotehnya cukup membuat mataku mendelik. Dasar anak kecil !

buat Ganteng yang gemesin: selamat yaa, akhirnya punya adik Jagan nakal lagi lho


2 komentar:


Nick Salsabiila mengatakan...

hahaha...lucu banget ponakannya mbak...saya mau deh jadi tantenya juga...hahaha :D
tapi...tentang kamar yg berantakan..hiks, jadi tersindir akuu...meski ga punya ponakan..tapi kamarku juga slalu berantakan...hahaha
eh salam kenal ya...^_^


jengjuminten mengatakan...

Lucu plus ganteng atuh mirip Tantenya...^_^
bukannn berantakan tapi nanti beres beresnya nungggu eyang uti menjerit jerit ya tante ....:P
ngga mauu salam kenal wong udah kenal mauunya big big pelukan...^_^


Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blog's Stats

 

Smile Corner | Copyright © 2011
Designed by Rinda's Templates | Picture by Wanpagu
Template by Blogger Platform